Pochettino Bangga Dengan Karakter Tottenham Hotspur
Pelatih kepala Spurs memuji comeback dari ketertinggalan 2-0 saat melawan West Ham
Harry Kane mencetak gol penyeimbang dengan memanfaatkan rebound penalti
Mauricio Pochettino bangga saat timnya Tottenham Hotspur bangkit dari ketertinggalan dua gol dan meraih hasil imbang 2-2 dengan rival sekota London West Ham United pada lanjutan Barclays Premier League, hari Minggu.
Gol dari Cheikhou Kouyate dan Diafra Sakho tampak akan memberikan the Hammers kemenangan ketiga berturut-turut di White Hart Lane, namun Spurs bangkit kembali di babak kedua dan Danny Rose membalaskan satu gol dengan gol dari jarak dekat sembilan menit sebelum laga usai sekaligus mempertontonkan akhir laga yang dramatis.
Enam laga Tottenham Hotspur berikutnya di BPL
4 Mar: Swansea (Kandang)
7 Mar: QPR (Tandang)
15 Mar: Man Utd (Tandang)
21 Mar: Leicester (Kandang)
5 Apr: Burnley (Tandang)
11 Apr: A Villa (Kandang)
4 Mar: Swansea (Kandang)
7 Mar: QPR (Tandang)
15 Mar: Man Utd (Tandang)
21 Mar: Leicester (Kandang)
5 Apr: Burnley (Tandang)
11 Apr: A Villa (Kandang)
West Ham tampak telah mampu meredakan serangkaian serangan lawannya, sampai Harry Kane dijatuhkan di area penalti oleh Alex Song dan mencetak gol penyeimbang dengan sebuah rebound setelah eksekusi penaltinya ditepis oleh Adrian.
Pelatih kepala Spurs Pochettino menganggap permainan timnya cukup baik untuk mendapatkan sebuah poin, walaupun hasil itu hanya sedikit meningkatkan peluang mereka mengamankan tempat di Liga Champions.
"Ketika Anda menganalisis sepanjang 90 menit, saya rasa kami layak mendapatkan satu poin," katanya kepada BBC Sport. "Kami memulai pertandingan dengan baik, meraih tiga peluang untuk mencetak gol, termasuk satu di mana serangan Harry Kane membentur mistar.
"Ketika mereka mencetak gol, sangat sulit bagi kami untuk mengembangkan permainan, karena mereka bermain sangat dalam dan West Ham memainkan serangan balik yang sangat baik dengan Sakho dan (Enner) Valencia yang sangat cepat. Kami harus menyelesaikan peluang lebih baik dan mencetak lebih banyak gol.
"Saya pikir kami menunjukkan karakter yang baik, itulah hal yang paling penting. Bermain di 10 menit akhir dengan tertinggal 2-0, dan menyelesaikan pertandingan dengan skor 2-2 adalah sesuatu yang bisa kami banggakan. Kita harus senang tentang hal tersebut. Kami tim yang lebih kuat, dan terkadang sangat sulit untuk bermain di setiap pertandingan dengan intensitas yang sama, dengan kualitas yang sama pula."
Manajer West Ham Sam Allardyce menyesali ketidak-beruntungan tim tamu, dan merasa frustrasi setelah dengan mudahnya memberikan penalti di akhir laga.
Saat ini The Hammers berada di urutan kedelapan klasemen Barclays Premier League, lima poin dari rival terdekat mereka Spurs, setelah sempat menduduki posisi keempat saat Natal.
Enam laga West Ham United berikutnya di BPL
28 Feb: C Palace (Kandang)
4 Mar: Chelsea (Kandang)
14 Mar: Arsenal (Tandang)
21 Mar: Sunderland (Kandang)
5 Apr: Leicester (Tandang)
11 Apr: Stoke (Kandang)
28 Feb: C Palace (Kandang)
4 Mar: Chelsea (Kandang)
14 Mar: Arsenal (Tandang)
21 Mar: Sunderland (Kandang)
5 Apr: Leicester (Tandang)
11 Apr: Stoke (Kandang)
"Anda harus dapat menang ketika Anda dalam posisi untuk menang," kata Allardyce. "Kelemahan kami sejak tahun baru adalah, ketika kami sudah beberapa kali dalam posisi unggul, dan sudah beberapa kali kami tidak mampu menahan skor untuk menjadi sebuah kemenangan.
"Itu sebabnya kami telah terpeleset ke posisi yang kami berada sekarang. Seandainya kami memperjuangkan keunggulan kami, kini kami akan duduk di posisi keenam atau kelima di liga, bahkan mungkin lebih baik dari itu.
"Daripada kelemahan kami, saya rasa itu adalah keberuntungan yang lebih baik dari Spurs. Gol pertama adalah sebuah kebetulan, bola melambung di atas penjaga gawang setelah sebelumnya memantul dari tanah.
"Hal seperti itu jarang terjadi, dan bola menyelinap ke sudut gawang. Hal itu memberikan dorongan bagi lawan, dan dari sudut pandang kami, Alex seharusnya melepaskan tangannya dari lawan, karena dia akan merasakan kontak itu dan menjatuhkan lawannya. Seharusnya dia merasa seperti itu, tidak ada yang meragukan ketika Anda dilewati lawan pada tahap permainan tersebut, Anda tahu bahwa lawan tidak mampu mencetak gol karena jaraknya terlalu jauh.
"Anda akan memanfaatkan kesempatan itu, dan wasit mengabulkannya untuk mengambil penalti dan dia tidak cukup baik dalam mengeksekusi bola, tetapi cukup beruntung untuk mendapatkan bola rebound.
"Itu semua berakhir dengan tidak menguntungkan, namun mengenai penalti, jika saja kami sedikit lebih fokus, maka kami akan meraih hasil yang baik. Itu adalah performa yang hebat, tapi bukan dengan hasil yang bagus."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar