Lloris Dan De Gea Kiper Top Opta
Statistik detail Opta mengungkapkan kiper mana yang terbaik musim ini
Hugo Lloris telah sukses menjaga gawangnya dan membuat penyelamatan yang sangat sulit
Semua sorotan media telah turut mencermati pada seorang penjaga gawang dalam berbagai sudut pandang selama musim 2014-15 Barclays Premier League. Mulai dari performa yang tidak konsisten dari kiper Liverpool (sesuatu yang tampaknya telah ditingkatkan dalam beberapa pekan terakhir), sampai penampilan dari David De Gea bagi Manchester United, dan juga menyoroti salah satu penjaga gawang paling konsisten di liga musim lalu, kiper Sunderland Vito Mannone, hanya kebobolan delapan gol bagi Southampton, penjaga gawang jarang terlewatkan pemberitaan media.
Tugas seorang kiper hampir seluruhnya mengenai jumlah gol yang mereka biarkan masuk ke gawangnya. Menjaga gawangnya agar tanpa kebobolan maka timnya akan berpesta pora. Kemasukan gol maka timnya akan frustasi, terutama dari kesalahan fatal yang dibuat dalam proses menjaga gawang. Setiap kesalahan yang mungkin telah terlupakan di tahun-tahun sebelumnya kini diungkapkan kembali sebagai suatu mimpi buruk bagi para pemain yang terlibat.
Pada tingkat dasar, jumlah penyelamatan dan tangkapan seorang kiper kini telah menjadi informasi yang cukup luas. Apa yang Opta mampu berikan, adalah menyelidiki data posisional dan kualitatif, menawarkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana para kiper beroperasi, serta bagaimana performa dan kinerja mereka dapat bervariasi dari waktu ke waktu.
Dalam artikel sebelumnya kita telah menyoroti mengenai assist, dan dengan menggunakan teknik yang sama, kita dapat mencermati perkiraan kebobolan, berdasarkan lokasi dari tembakan yang masing-masing kiper telah hadapi. Sebuah tembakan yang mengarah ke sudut atas gawang secara alami lebih sulit untuk diamankan ketimbang yang mengarah ke tengah, dan hal ini dinilai dengan sesuai.
Tabel 1. BPL musim 14-15 Penjagaan Gawang
Penjagaan Gawang
| ||||
Pemain
|
Tembakan
|
Kebobolan
|
Perkiraan kebobolan
|
Penyelamatan
|
Lloris
|
106
|
30
|
36.8
|
6.8
|
De Gea
|
85
|
21
|
27.3
|
6.3
|
Fabianski
|
100
|
24
|
28.9
|
4.9
|
Adrian
|
99
|
26
|
30.2
|
4.2
|
Pantilimon
|
78
|
16
|
19.5
|
3.5
|
Szczesny
|
58
|
18
|
21.3
|
3.3
|
Ospina
|
20
|
3
|
5.7
|
2.7
|
Hart
|
64
|
18
|
20.0
|
2.0
|
Forster
|
52
|
15
|
13.0
|
2.0
|
Tabel pertama adalah peringkat kiper di Barclays Premier League, diurutkan berdasarkan rating penjagaan gawang mereka. Sederhananya, ini adalah jumlah kebobolan yang kami perkirakan akan mereka alami berdasarkan tembakan yang mereka hadapi, dikurangi total catatan sebenarnya.
Para suporter Tottenham Hotspur dan Manchester United tak diragukan lagi sangat senang melihat kiper mereka yang sedang berada di puncak permainannya, dengan rating dari Hugo Lloris dan De Gea masing-masing dengan nilai 6.8 dan 6.3
Para pembaca yang cermat mungkin memperhatikan bahwa tembakan dan jumlah kebobolan total tidak selalu cocok dengan catatan pada kenyataannya, yang sebenarnya ada alasan untuk ini. Alasan itu adalah, untuk membuat hal ini sedikit lebih adil bagi para kiper, kami telah memberikan semua kasus di mana seorang pemain telah mengalahkan kiper. Untuk menggambarkan seberapa baik sebuah peluang yang dapat mengalahkan penjaga gawang adalah, 108 dari 109 peluang di laga Barclays Premier League dalam tiga musim terakhir telah dikonversi.
Jadi, Lloris dan De Gea adalah penjaga gawang terbaik sejauh musim ini dalam hal menjaga gawangnya, dan untungnya bagi mereka, secara harfiah tugas mereka hanya menjaga gawang. Seperti yang dibahas di atas, angka ini berasal dari pencermatan jumlah tembakan yang mereka hadapi, dan dengan melakukan hal ini Anda bisa mendapatkan hasil catatan rata-rata dari tingkat kesulitan sebuah penyelamatan. Kiper dari Spurs dan Man Utd ini termasuk kedalam daftar ini, tetapi juga mengeluarkan beberapa nama lain, dengan kiper Arsenal Wojciech Szczesny yang telah menghadapi peluang gol paling sulit di liga musim ini; hal yang menarik adalah mengingat bahwa saat ini ia bukanlah bagian dari tim inti, yang digantikan oleh David Ospina (yang memiliki rata-rata rating kesulitan penyelamatan sebesar 0.285).
Tabel 2. BPL rata-rata kesulitan penyelamatan musim 2014/15
Pemain
|
Tembakan
|
Penyelamatan
|
Tingkat kesulitan
|
Szczesny
|
58
|
3.3
|
0.368
|
Lloris
|
106
|
6.8
|
0.347
|
Mannone
|
40
|
-0.2
|
0.346
|
Foster
|
90
|
1.1
|
0.334
|
Begovic
|
69
|
-3.2
|
0.331
|
De Gea
|
85
|
6.3
|
0.321
|
Hart
|
64
|
2.0
|
0.312
|
Di tempat ketiga adalah Vito Mannone yang bermain sangat baik di musim 2013-14, tetapi hanya baru bermain dalam satu pertandingan sejak Sunderland dipermalukan 8-0 oleh Southampton pada bulan Oktober. Rating penjagaan gawangnya yang sebesar -0.2 sebenarnya sangat wajar dalam laga tersebut. Dan berbicara mengenai Southampton, pemain mereka Fraser Forster telah mendapatkan musim yang sangat baik sejauh ini dengan total rekor 11 kali tanpa kebobolan, yang merupakan dua kali lebih banyak ketimbang kiper lainnya. Namun dengan rata-rata tingkat kesulitan penyelamatan nya yang sebesar 0.288, menunjukkan bahwa dia mendapatkan saat-saat yang relatif lebih mudah ketimbang para kiper seperti Lloris dan De Gea. Ini juga merupakan bukti dari pertahanan Southampton, yang di terapkan dengan luar biasa oleh Ronald Koeman, meskipun ditinggal Dejan Lovren dan Luke Shaw pada musim panas lalu.
Jadi, dengan memperhatikan data ini secara keseluruhan, tampaknya Lloris mengalami musim yang sangat luar biasa di Spurs, dengan membukukan rasio pengamanan gawang terbaik, kendati menempati urutan kiper kedua dengan kesulitan penyelamatan gawang. Klubnya telah mengalami peningkatan di bawah kepemimpinan Mauricio Pochettino dan tampaknya pemain asal Prancis tersebut dapat memperoleh manfaat dari keberadaan pemain seperti Christian Eriksen dan Harry Kane. Dan, yang tak kalah menarik, catatan data telah menyoroti perubahan yang dialami Lloris di musim ini, yakni jarak dari garis gawang ketika ia membuat sebuah penyelamatan ataupun saat kebobolan gol.
Tabel 3. Hugo Lloris, Jarak rata-rata dengan garis gol, dalam tiga musim terakhir
Musim
|
Jarak rata-rata dengan gawang
|
2014/15
|
1.78
|
2013/14
|
3.74
|
2012/13
|
2.69
|
Seperti yang telah di sebutkan oleh Paul Riley (@footballfactman di Twitter), era Lloris sebagai sweeper-kiper tampaknya telah berakhir. Musim lalu pemain asal Prancis ini mencatatkan angka tertinggi perihal jarak dari garis gawang; Musim ini adalah yang terendah. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa keputusan ini datang atas kesadarannya sendiri atau dari pihak manajemen. Dan, seperti yang telah kita lihat di atas, tampaknya hal ini akan mendulang kesuksesan baginya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar