Minggu, 08 Maret 2015

Man Utd Masih Ada Ruang Untuk Meningkat

United perlu meningkatkan permainan untuk memastikan posisi empat besar, kata Adrian Clarke

United banyak mengalirkan bola ke samping ketika berhadapan dengan Newcastle United
Skuad Manchester United yang bertabur bintang telah memperoleh poin tanpa bermain dengan potensi terbaik mereka sepanjang musim, dan meskipun pasukan Louis van Gaal telah mengantongi 53 poin, kita seperti masih menunggu-nunggu mereka untuk tampil dengan gemilang.
Adrian Clarke menjelaskan bagaimana gol telat mereka saat menang 1-0 terakhir kali melawan Newcastle United pekan ini, merupakan salah satu identitas permainan mereka di musim 2014/15.
Gaya permainan yang melelahkan
Manajer Manchester United telah berulang kali merombak skema permainannya sejak mengambil alih kursi panas di Old Trafford, dengan enam formasi yang berbeda telah digunakan terakhir kalinya, tetapi satu skema yang telah ditunjukan secara konsisten adalah permainan lambat yang terlalu metodis saat penguasaan bola.
Hal ini terbukti saat melawan Newcastle United pada Rabu malam. Dengan defender dan gelandang yang sebagian besar masing-masing memainkan dua atau tiga sentuhan pada bola, taktik yang terkadang diperlihatkan sebuah tim yang sudah cukup puas dengan hasil pertandingan melawan tim yang bertahan, Manchester United mengalirkan bola dengan tempo yang tenang, sehingga sulit untuk merusak pertahanan skuad John Carver.
Di atas kertas statistik mereka terlihat fantastis (akurasi passing 87.5%, dengan dominasi bola sebanyak 67.3%), tetapi itu saja tidak cukup untuk melucuti pertahanan tim tuan rumah. Terutama di lini tengah, mereka kurang berani, dengan Ander Herrera dan Daley Blind yang lebih memilih untuk bermain aman, mengoper ke sisi sayap (seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas).
Di malam saat Wayne Rooney tidak mendapatkan banyak penetrasi untuk di suplai, menjadi gejala dari permasalahan yang dialami setiap striker Manchester United musim ini. Dengan sedikitnya operan awal, ke lini depan untuk menerobos pertahanan lawan, tidak mengherankan jika para pemain seperti Radamel Falcao dan Robin van Persie merasa kesulitan untuk mencetak gol.
Kesulitan Angel di Maria
Ketika Angel di Maria digantikan Adnan Januzaj pada menit ke-59 di St James' Park, ia terlihat frustrasi, dan penampilan terakhirnya menggambarkan rasa frustrasi tersebut.
Dia diberikan suplai bola dengan baik oleh Antonio Valencia, di bek kanan, namun dalam perannya sebagai sayap kanan, Di Maria tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mengalahkan lawannya di sisi sayap. Naluri pertama pemain kidal Argentina tersebut adalah untuk menusuk ke tengah menggunakan kaki kirinya, dan mencari rekan untuk di oper atau diberikan umpan, dan hal ini menjadi mudah diprediksi.
Permainan terbaiknya dalam laga tersebut adalah ketika ia mengumpan balik ke Valencia, yang membuat tusukan cerdik melewatinya dan menerobos ke belakang pertahanan Newcastle. Sesungguhnya, bukankah itu posisi yang lebih dipilih Di Maria untuk melakukan tusukan sendiri?
Dengan tekad untuk mengesankan sang manajer, saya rasa Di Maria mencoba terlalu keras untuk memaksakan umpan tajam, meskipun Rooney dan Fellaini akan diuntungkan dengan suplai bola dari samping, sebagian besar bola yang dikirimnya tidak menemui sasaran.
Ketika Anda membandingkan penampilan mantan bintang Real Madrid tersebut di pertandingan ini dengan beberapa penampilannya di awal musim bagi Manchester United (di sayap kiri yang disukainya), terlihat jelas bahwa permainannya telah memburuk. Untuk mengeluarkan potensi terbaik dari Di Maria, dan menghidupkan kembali rasa percaya dirinya, saya pikir jika ia kembali ke sayap kiri akan sangat membantu.
Di MariaGolTembakanUmpanPassing pentingDriblingOperanAkurasi passing
v QPR*1210477680.30%
v Leicester*1310474678.30%
v Newcastle
**
004193363.60%
* Dengan Di Maria yang bermain di sebelah kiri
** Dengan Di Maria yang bermain di sebelah kanan
Ketergantungan pada De Gea
Skuad John Carver tidak terlalu bermain bagus, namun Newcastle masih akan merasa kecewa karena tidak mampu mengantongi tiga poin. Sialnya bagi mereka, juga seperti halnya kiper ini di sebagian besar laga musim ini, David de Gea menghindarkan Manchester United dari malapetaka ketika mereka membutuhkannya. 
Seperti terlihat pada tabel di bawah ini, The Magpies benar-benar kesulitan untuk mengoper bola dalam laga ini.
LawanPassingPassing berhasilAkurasi passingAkurasi passing di pertahanan lawan
Man Utd25916362.93%56.90%
Spurs27718466.43%58.62
Liverpool30723074.92%68.21
Tiga penampilan Newcastle dengan passing terburuk
Hal ini dapat diasumsikan bahwa Manchester United telah menekan mereka untuk membuat kesalahan, tetapi bukan itu yang terjadi. Hanya tiga pemain mereka (Jonny Evans, Fellaini dan Herrera) yang memenangkan lebih banyak duel ketimbang kesalahan yang mereka lakukan selama 90 menit, dan tidak pernah sekalipun United mencuri bola ketika tuan rumah sedang menguasai bola. Mereka tidak menekan dengan intensitas yang tinggi musim ini.
Newcastle sangat kesulitan untuk menemukan ritme, dan mengingat potensi oleh para penentu permainan mereka seperti Sammy Ameobi (14), Gabriel Obertan (20), Emmanuel Riviere (15) dan Papiss Cisse (15) hanya menerima 64 operan, De Gea bisa saja memiliki malam yang lebih tenang. Tetapi sebaliknya, ia dipaksa untuk membuat dua penyelamatan luar biasa untuk menyangkal serangan Riviere dan Cisse.
Permainan penguasaan bola dari United mampu meredakan banyak tekanan untuk lini pertahanan yang terkadang diisi oleh tiga, empat sampai lima pemain, meskipun kiper mereka tampak lebih sibuk untuk mengamankan perburuan peringkat empat besar mereka daripada rekan-rekan timnya yang lain. 
Faktanya, sepanjang musim, hanya Hugo Lloris yang telah lebih sering diuji daripada De Gea. Seperti yang terlihat dalam pertandingan di St James' Park, kubu Van Gaal dapat dengan mudah dibongkar dengan umpan silang, serangan balik, pergerakan cerdas dan permainan bola-mati.
2014/14
Penyelamatan
Penyelamatan per laga
De Gea
74.80%
2.8
Forster
73.30%
2
Hart
70.90%
2.2
Mignolet
70.20%
2.3
Lloris
70.10%
3.3
Courtois
69.40%
2.2
Szczesny
68.20%
2.7
Memaksimalkan lebar lapangan
Dengan mengetahui bahwa mereka tidak bermain dengan semangat menyerang dan juga melebar, seperti yang sudah kita kenal dari Manchester United, terlihat jelas bagaimana Van Gaal telah mencoba untuk menurunkan dua pemain yang bisa memanfaatkan lebarnya lapangan selama beberapa pertandingan terakhir.
Saat Melawan Newcastle United, ia memainkan formasi 4-1-4-1, dan pada setiap kesempatan timnya akan menyuplai bola ke arah sayap.
Masalah dari taktik ini terletak pada kecepatan pola pergerakan tersebut. Seringkali mereka sulit untuk membangun serangan, dan meskipun Fellaini dalam waktu yang tepat mampu untuk hadir di area penalti (di mana ia hampir mencuri dua gol) sebagian besar dari suplai bola tersebut datangnya telat, sehingga lini pertahanan Newcastle mampu untuk merapatkan kembali pertahanannya.
Tentu Ashley Young sudah melakukannya dengan baik, dengan menciptakan tiga peluang plus mencetak gol kemenangan di akhir laga, tetapi Anda tidak bisa merasakan produktivitas nya, juga pemain-pemain lainnya akan berkembang bila mereka mengalirkan bola ke samping sedikit lebih cepat. Sepertinya distribusi bola dan pergerakan mereka terlalu mudah untuk ditebak.
Kata penutup
Pendekatan teknis Manchester United saat dalam penguasaan bola, mungkin kurang menarik untuk ditonton tetapi berkat kekuatan-kekuatan individu, mereka masih mampu mencuri poin-poin berharga.
Dalam pertandingan seperti ini kecemerlangan yang ditunjukan De Gea di saat-saat genting mampu mengamankan hasil imbang, dan berkat ketajaman naluri dan determinasi Wayne Roone, membantu mereka untuk memaksakan kesalahan di kubu oposisi yang pada akhirnya berbuah gol kemenangan bagi mereka. Seringkali satu dari pemain bintang mereka sudah cukup untuk menghasilkan momen yang dapat merubah hasil pertandingan.
Performa yang ditampilkan di Newcastle United tidak begitu baik, namun efektif, dan itulah yang menyimbolkan musim Manchester United sejauh ini. Kendati begitu, untuk dapat finis di urutan empat besar, Anda akan berpikir bahwa performa mereka masih perlu ditingkatkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar